Thursday, September 23, 2010

Toleransi Apa Bung

Hari-hari ini media nasional dengan sangat keras membela HKBP dengan menggunakan idiom kebebasan beragama, pluralisme, dan hak-hak asasi manusia. Media-media yang dikuasai dan dikendalikan golongan Nashrani, dengan menggunakan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), yang se-ideologi, berkolaborasi menekan pemerintah agar mencabut SKB. SKB Menag dan Mendagri mereka anggap sebagai belenggu terhadap kebebasan beragama, pluralisme, dan hak-hak asasi manusia.

Mereka-mereka yang berbicara tentang kebebasan beragama, pluralisme, toleransi, dan hak-hak asasi manusia, seharusnya mereka juga sepadan melihat apa yang dialami umat Islam di berbagai belahan bumi, termasuk di tanah air Indonesia.

Kalau berbicara kebebasan beragama, pluralisme, toleransi, dan hak-hak asasi manusia, layakkah pemerintah di negara-negara Eropa melarang wanita-wanita muslim menggunakan hijab dan cadar, yang pakaian itu digunakan dibadan mereka sendiri, dan tidak menganggu orang lain. Hijab dan cadar digunakan di kepala wanita-wanita muslim, bukan dipaksanakan untuk kepala atau anggota badan golongan di luar Islam. Kenyataannya negara-negara Erapa melarang penggunaan hijab dan niqab, di mana hijab dan niqab itu bagian dari aturan dalam Islam, yang tujuannya menjaga aurat, agar tidak nampak oleh orang lain yang bukan muhrimnya.

Di negara-negara Barat mendirikan masjid dan mushala tidak mudah. Ini terjadi di semua negara Barat, yang sudah menganut dan menjunjung adanya kebebasan, demokrasi, pluralisme, hak-hak asasi manusia. Tetap saja semua yang menjadi keyakinan umat Islam, tidak dapat diaplikasikan dalam kehidupan, dan mendapat larangan . Jika memang menjunjung tinggi prinsip kebebasan, demokrasi, pluralisme dan hak-hak asasi, berikan ruang bagi umat Islam di Barat, agar mereka hidup sesuai dengan keyakinanl mereka.

Hak beragama merupakan hak dasar setiap individu. Tetapi, tetap saja negara-negara Barat tidak memberikan toleransi kepada penduduk yang menganut agama Islam.
Di negara-negara Barat, bukan hanya larangan pembangunan masjid, tetapi juga masjid-masjid dilarang mengumandangkan azan dengan menggunakan pengeras suara. Bukan hanya itu, faktanya tetap saja terjadi diskriminasi dan segregasi disejumlah negara di Barat, yang membuat masyarakat muslim, tetap menjadi masyarakat kelas dua, dan aktivitas mereka dibatasi. Umat Islam tidak dapat bergerak dengan bebas dan leluasa.

Apalagi, sesudah terjadi peristiwa 11 September, setiap gerak dan aktivitas muslim selalu dicuragai. Padahal sampai hari ini tidak pernah dibuktikan siapa pelaku yang sejatinya. Tuduhan-tuduhan terhadap Islam sebagai pelakunya hanyalah asumsi belaka.

Kemudian, lebih jauh lagi, apa dosa dan kesalahan kaum muslimin di Bosnia, khususnya di Sebrenica dibantai? Ribuan muslim di wilayah itu dibantai secara biadab dan brutal oleh rejim Ortodok di Serbia. Satu-satunya kesalahan yang mereka perbuat, tak lain , karena mereka beragama Islam. Mereka memeluk agama Islam. Tidak memilih beragama Kristen Ortodok seperti orang-orang Serbia.

Apa dosa kaum muslimin di Iraq, Afghanistan, Pakistan dan Palestina harus dihancurkan, dan tidak mendapatkan kepedulian sedikitpun. Perang yang begitu brutal dan sangat mengerikan, hanya dipicu Afghanistan dipimpin oleh Mullah Omar, dan ingin melaksanakan syariah Islam. Karena, setiap muslim pasti dituntut menegakkan agama Islam. Lalu, rakyat Iraq, Afghanistan, Pakistan dan Palestina dihukum secara kolektif, dan kehidupan mereka dihancurkan secara sistematis. Tidak ada belas kasihan sedikit pun terhadap mereka yang sudah dihancurkan itu.

Lalu, mengapa mereka masih berbicara tentang kebebasan beragama, pluralisme, toleransi, dan hak-hak asasi manusia. Mengapa rakyat di negeri-negeri Muslim tidak dibiarkan mereka melaksanakan agamanya sesuai dengan keyakinan yang mereka miliki? Mereka harus dihancurkan, diperangi dengan senjata, di sebut sebagai teroris.

Anak-anak kehilangan orang tua, isteri kehilangan suami, semua keluarga tercerai-beraikan, dan menjadi hancur masa depan mereka. Inilah sebuah tragedi kemanusiaan diabad 21 ini, yang semuanya didalangi rejim-rejim Barat, yang didukung kaum Ortodok, yang secara sadar harus bertanggungjawab atas situasi yang ada sekarang ini .

Memang tidak mungkin menyatukan dalam sebuah kehidupan antara golongan Islam dan Nashrani. Karena mereka memiliki prinsip dan karakter yang berbeda. Ibaratnya seperti minyak dan air. Di wilayah muslim minoritas di Indonesia, yang dialami kaum muslimin juga sama. Apakah umat Islam di Bali bebas mendirikan masjid? Azan menggunakan pengeras suara dilarang. Kaum muslimin harus dipaksa mengikuti hari 'nyepi'.

Adanya SKB yang itu merupakan konsensus minimal. Jika tidak ada lagi tali pengikat yang dapat menjembatani, dan sudah tidak ada komitment dari fihak-fihak yang sekarang bersengketa, maka hanya menunggu ledakan yang disebut ‘perang’ antar agama. Wallahu’alam.

http://www.eramuslim.com/editorial/toleransi-apa-bung.htm

Sunday, June 20, 2010

I am a Thai Girl…Look alike

Today I arrived in Bangkok International Airport for my short term assignment. Before I reached to immigration desk, there is an immigration officer who lead me to Thai Resident and spoke in Thai Language. I was a little bit surprised and said to her “ I am sorry Mam”, and in a minute she realized that I am not a Thai, “Oh I am sorry I thought You are a Thai Girl”.

This woman made 2 mistake within 1 minute, First, she thought I am a Thai …and Secondly, She thought I am still a Girl..

Mam, I am a women, no longer a girl. I have one son who already 10 years old..And I am 40…I am so proud. A mistake that made my day, Thanks Mam…who by accidentally said I look young..

Kebersihan Toilet Bandara Soekarno Hatta masih belum terlalu bagus


Soekarno Hatta International Airport di Jakarta baru saja berbenah diri dengan merenovasi semua toilet di Bandara, yang selama ini menjadi sorotan para penggunanya. Walaupun sudah direnovasi tetapi tetap saja masih belum bisa menyamai kebersihan toilet di negara tetangga, Singapore ataupun Thailand.


Saya jadi bertanya kenapa kok tidak bisa? apakah type pengguna toiletnya berbeda, Type toilet kering atau basah atau memang maintenance dari airportnya yang tidak bisa bersaing. Tetapi kalau boleh saya membandingkan kebersihan toilet di SPBU tegal yang sudah masuk rekor Muri, jauh lebih bersih Toilet SPBU tersebut dibandingkan Toilet dibandara. Padahal boleh dibilang pengguna SPBU adalah orang lokal semua. Jadi kalau sekali lagi saya boleh membandingkan secara kasar berarti pengguna toilet yang notabene adalah orang lokal semua, menjadi tidak significant.


Jadi kesimpulan apa yang bisa diambil dari analisa yang sangat sederhana tersebut. Mungkin karena bandara di Jakarta masih menggunakan air sebagai pembersih bukan hanya toilet paper menyebabkan toilet menjadi basah dan setiap kali pengguna lain menggunakannya tapak2 dari sepatu pengguna menapak di toilet dan meninggalkan kotoran yang sulit dihilangkan. Tetapi hal ini bisa dibersihkan jika Toilet langsung dibersihkan dan tetap kering..


Ahhh seandainya bisa terjawab mungkin bandara Soetta yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia lebih bersih dan tentu tidak perlu saya melakukan analisa ini.

Saturday, April 24, 2010

When I cheated on you

Gosh...I am so afraid to write it down..afraid that someday you will discover all the lies behind my smile. But I could not lie..no lie ...no more..

I cheated behind you..
I think somebody else when I am with you..
I admire someone else except you..
I dream of making love with who ..but not you..
I keep thinking about him..that you never know..

Its so scary to think that my lust will be over that keep me to survive beside you..
I will no lie..no lie ..no more..

I was smiling when I wrote something..I wrote something but not you
When my face showed a big smile...that smile was not for you...
I dressed up nicely but dress up for someone else not you..
Thats all when I cheated on you...